Ditjen PAUDNI menghimbau kepada Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan daerah, bersama-sama memperhatikan anak usia dini khususnya di daerah 3T (Terdalam, Tertinggal dan Terluar) dan wilayah perbatasan

Mendongkrak Karier Pamong Belajar dengan E-Pak

admin 2 Agustus 2012 Komentar Dimatikan
Mendongkrak Karier Pamong Belajar dengan E-Pak

Di antara ingar bingar kemeriahan Apresiasi PTK PAUDNI 2012, ada satu kegiatan penting yang diselenggarakan Subbagian Tata Usaha, Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (Direktorat PPTK PAUDNI). Yakni Workshop Pembinaan Administrasi Penyusunan Angka Kredit Pamong Belajar. Kegiatan yang diikuti 33 orang perwakilan dari PPPNFI, BPPNFI, dan BPKB ini digelar di Hotel Lor In Sentul, Bogor, 10-13 Juli 2012.

Kegiatan tersebut dalam rangka menyosialisasikan penggunaan e-PAK (elektronik Penyusunan Angka Kredit) bagi pamong belajar. Aplikasi e-PAK sudah disusun oleh tim dari BPPFNI Regional IV Surabaya. Aplikasi e-PAK itu merupakan piranti lunak yang bisa diakses pamong belajar di seluruh Indonesia secara online, maupun offline saat tak terhubung internet melalui program Micosoft Excel.

Setelah diterapkan secara nasional, setiap pamong bisa mengaksesnya. Tentunya, penggunaan e-PAK secara nasional ini membutuhkan tenaga administrasi, sehingga perlu diadakan workshop pembinaan administrasi penyusunan angka kredit. “Setelah mengikuti workshop ini, teman-teman diharapkan dapat mendokumentasikan dan menginvetarisasi kegiatan, melakukan penyusunan angka kredit lebih tertib, teratur dan rapi. Teman-teman bisa menyusun angka kredit dengan mudah sesuai butir kegiatan,” kata Drs. Suyatno, MM, Kepala Subbagian Tata Usaha, Direktorat PPTK PAUDNI, dalam sambutan penutupan kegiatan.

Penggunaan e-PAK, diharapkan juga memudahkan bagi verifikator dalam memverifikasi pengajuan angka kredit dari teman-teman pamong belajar. Selain itu juga membantu memudahkan tim penilai melakukan penilaian angka kredit yang diajukan pamong belajar. Suyatno juga berharap peserta workshop bisa melakukan sosialisasi penggunaan e-PAK di daerah masing-masing, sebelum e-PAk dilaksanakan secara nasional. “Teman-teman bisa meminta bantuan dari pusat, atau teman-teman dari BPPAUDNI Regional II Surabaya,” kata Suyatno.

Pemakaian aplikasi e-PAK pamong belajar disampaikan oleh Siswanto, ST dan Misardi Santoso, tim dari BPPAUDNI Regional II Surabaya. Peserta workshop juga mendapat bekal pemahaman tentang regulasi penyusunan angka kredit pamong belajar yang disampaikan Drs. Nasruddin, Kepala Subdit PTK Pendidikan Anak Usia Dini.

Selama ini pengajuan angka kredit para pamong menyisakan kisah yang kurang menggembirakan. Baik dirasakan para pamong yang kesulitan dalam menyusun dokumen berdasarkan acuan penyusunan  angka kredit, juga yang dialami tim verifikasi dan tim penilai angka kredit. “Penilai angka kredit banyak yang mengeluh terutama karena dokumen yang disampaikan tidak rapi, sehingga acapkali sudah membuat penilai pusing,” kata Siswanto.

Aplikasi e-PAK sudah melalui serangkaian ujicoba di antaranya di internal pamong belajar BPPAUDNI Regional II Surabaya, ujicoba dengan Tim Penilai Angka Kredit (TPAK) Pusat, ujicoba pada Diklat Fungsional Pamong Belajar Sanggar Kegiatan Belajar se-Jawa Timur serta ujicoba pada kegiatan asistensi dengan TPAK Pusat. Sejumlah keunggulan e-PAK dipaparkan Siswanto, di antaranya, di setiap P2PNFI/BPPNFI/BPKB/SKB memiliki tenaga administrasi sehingga data lebih terkendali, teratur  dan memudahkan pamong belajar atau pemakai bertanya jika ada hal hal tertentu terkait dengan data angka kredit yang bersangkutan.

Aplikasi e-PAK dirancang secara online sehingga antara user satu dengan yang lainnya dapat melihat capaian angka kreditnya. Input data atau transaksi kegiatan di uraian kegiatan sudah mengacu pada butir-butir kegiatan yang telah ditetapkan pada Permeneng PAN-RB No. 15 Tahun 2010 sesuai dengan jabatan masing-masing pamong belajar. “Melalui aplikasi e-PAK ini pamong belajar hanya memasukkan kegiatan yang telah dilakukan sedangkan poin akan otamatis muncul berdasarkan uraian kegiatan. E-PAK memiliki juga output atau laporan surat pernyataan per kegiatan, surat pernyataan rekapitulasi, daftar usul dan penilaian, daftar usul dan penetapan angka kredit, jumlah capai angka kredit pamong blajar yang saling terkait satu dengan yang lainnya,” kata Siswanto menjelaskan.

Sementara Nasruddin menyampaikan regulasi baru bagi penyusunan angka kredit pamong belajar, mengacu pada Peraturan Menteri Negara PAN dan RB Nomor 15 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pamong Belajar dan Angka Kreditnya. Aturan turunannya juga sudah diundangkan yakni Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 03/III/PB/2011 dan Nomor 8 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pamong Belajar dan Angka Kreditnya.

Sejumlah  regulasi baru itu, di antaranya, yang dulunya sertifikat prajab tidak dinilai, juga sertifikat kursus tidak ada, di aturan baru ada penilaian sertifikat prajab dan sertifikat kursus. “Kenaikan jenjang, dulu tidak harus lulus uji kompetensi. Sekarang ini pamong belajar harus lulus uji kompetensi. Aturan ini berlaku efektif tahun 2013. Kabar gembiranya, bagi pamong belajar yang ditugaskan di daerah khusus, yang di aturan lama tidak ada angka kredit tambahan, di aturan baru ada tambahan angka kredit sebesar 10 persen dari komulatif minimal pertahun,” kata Nasruddin.

 

-Dipo Handoko-

Komentar ditutup.